Setelah diluncurkan awal tahun 2022 silam, pemerintah belum menjadikan Kurikulum Merdeka sebagai keharusan bagi semua sekolah. Keputusan ini dipengaruhi oleh perbedaan kondisi serta kesiapan masing-masing sekolah. Bagi sekolah yang telah memenuhi persyaratan, termasuk infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, diharapkan mereka akan menerapkan Kurikulum Merdeka dengan cara mendaftar melalui situs yang telah disediakan.
Dilangsir dari Kemdikbud, ada tiga alasan mengapa suatu lembaga pendidikan harus memilih Kurikulum Merdeka, yaitu sebagai berikut:
Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi-materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada setiap tahapannya. Proses pembelajaran dirancang agar lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan.
Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi peserta didik di jenjang SMA, terutama karena tidak ada program peminatan khusus. Sebagai hasilnya, peserta didik memiliki kebebasan untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan aspirasi mereka. Guru juga didorong untuk mengajar sesuai dengan tahapan perkembangan dan pencapaian peserta didik. Selain itu, sekolah diberikan wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.
Kurikulum Merdeka menawarkan pembelajaran melalui kegiatan proyek, yang memberikan kesempatan lebih luas bagi peserta didik untuk aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, seperti isu lingkungan dan kesehatan, untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.
Apa manfaat dari penerapan Kurikulum Merdeka ini?
Dengan penerapan Kurikulum Merdeka, sekolah dapat bekerja sama secara sinergis dengan pemerintah daerah dan orang tua dalam menemukan solusi yang efektif untuk menghadapi tantangan pendidikan yang dihadapi oleh masing-masing sekolah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diterima oleh peserta didik.
Kurikulum Merdeka membawa manfaat dalam meningkatkan fokus kinerja guru karena adanya pengurangan beban administrasi. Dengan tugas administratif yang lebih ringan, guru dapat lebih berfokus pada proses pembelajaran dan pengembangan peserta didik.
Melalui Kurikulum Merdeka, peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka sesuai dengan minat dan bakat di lembaga sekolah. Dengan memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat mereka, peserta didik dapat menggali bakat dan potensi diri dengan lebih optimal.
Program pengembangan kurikulum selalu bertujuan untuk menyempurnakan versi sebelumnya. Kurikulum Merdeka juga merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2013. Berikut adalah kelebihan Kurikulum Merdeka dibandingkan dengan Kurikulum 2013:
Kurikulum Merdeka menghapus sistem peminatan yang ada dalam Kurikulum 2013 untuk pelajar tingkat SMA atau sederajat. Dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik memiliki kebebasan untuk memilih kelompok mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Salah satu kelebihan Kurikulum Merdeka adalah alokasi jam pelajaran dihitung per tahun, bukan lagi per minggu seperti yang diterapkan dalam Kurikulum 2013. Hal ini memberi lebih banyak fleksibilitas dalam mengatur pembelajaran.
Dalam Kurikulum 2013, tujuan pembelajaran ditentukan per tahun atau per tingkat kelas. Namun, Kurikulum Merdeka menetapkan capaian pembelajaran per fase, yaitu dalam kurun waktu 2 - 3 tahun. Dengan demikian, peserta didik memiliki waktu lebih lama untuk mencapai tujuan pembelajaran tanpa merasa terburu-buru.
Kurikulum Merdeka memberi kebebasan kepada guru untuk menentukan perangkat ajar yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik mereka. Hal ini berbeda dengan Kurikulum 2013, di mana perangkat ajar telah ditentukan dengan ketat dan bersifat kaku. Dengan kebebasan ini, guru dapat lebih sesuai dan kreatif dalam menyusun materi pembelajaran.
Kurikulum Merdeka merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2013 dengan beberapa kelebihan yang signifikan. Kelebihan-kelebihan tersebut meliputi penghapusan sistem peminatan, alokasi jam pelajaran per tahun, penetapan tujuan pembelajaran per fase, serta memberikan kebebasan kepada guru dalam menyusun perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hal ini memberikan fleksibilitas dan kesempatan yang lebih besar bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi mereka sesuai minat dan bakat, sambil menekankan pada proses pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.
Baca juga:
burung-garuda-sejarah-dan-lambang-negara-indonesia
Lambang Pancasila 1 Sampai 5: Arti, Makna, dan Fungsi
Suku-Suku di Indonesia Berdasarkan Wilayah
Keberagaman Indonesia: Penyebab dan Contoh
Dampak Positif dan Negatif IPTEK di Berbagai Bidang
Berita
Tata Cara Tayamum: Niat, Doa dan Hal Yang Membatalkan Tayamum 2023-04-26 00:05:22
Berita
Cara Usir Tikus Curut dari Rumah Anda 2023-05-03 16:55:27
Berita
6 Tahap Perkembangan Moral Kohlberg 2023-04-26 07:17:08
ARTIKEL BLOG
16 Tips Hidup Tenang Agar Lebih Bahagia 2023-06-21 05:30:50